Etika Yang Harus Anda Pelajari Dan Terapkan Di Lingkungan Kerja

Tidak Selamanya Menjadi Nakal Berandalan Adalah KerenĀ 

Dalam bekerja diperlukan profesionalitas akan karyawan. Bagaimana karyawan bisa profesional dalam menyikapi atau merespon suatu pekerjaan. Dan bisa membawa diri dengan baik. Kesalahan pasti terjadi, dan tidak bisa dihindari. Itu wajar. Tapi ini akan melihat bagaimana anda belajar dari kesalahan anda. Bagaimana anda akan mengembangkan diri anda, kemampuan anda di tempat kerja. Seberapa siap dan kuat mental dan fisik anda.

Etika Yang Harus Anda Pelajari Dan Terapkan Di Lingkungan Kerja

Penting untuk kita mengingat, dan membedakan lingkungan kerja dan lingkungan pergaulan atau pertemanan anda. Jika anda orangnya blak-blakan, atau anda orangnya tidak enakan. Sikap-sikap itu harus diubah saat bekerja. Tahu menempatkan diri. Tahu kapan anda harus tegas, kapan anda harus tidak enakan. Coba untuk bersikap profesional dalam bekerja. Seleseaikan pekerjaan sesuai deadline, jika anda sudah selesai, barulah anda inisiatif mau membantu yang lain boleh. Dan kerjakan apa yang ada pada task anda. Jadi bereskan dulu kewajiban anda baru anda bisa berinisiatif melakukan hal lain. Dan hormati batasan-batasan dalam pekerjaan.

Jangan menyenggol masalah personal orang lain dan dibawa ke ranah pekerjaan. Meskipun rekan anda merasa tidak apa-apa, tapi secara etika itu tidak pantas. Buat lah batasan. Tegas dengan diri anda dan tempat kerja. Meskipun orang mengatakan, oh anggap keluarga sendiri. Bukan berarti anda semenah-menah juga. Di lingkungkan kerja, etika, attitude orang akan sangat di nilai dan di asa. Jadi banyak-banyaklah belajar etika dalam bekerja. Bekerja sesuai jam kerja, jika sudah lewat jam kerja, masuknya lembur, itu apalagi aturan nya.

Apakah boleh atau tidak. Apakah ada tambahan untuk yang lembur. Bekerjalah secukupnya, tapi maksimal. Karena banyak orang yang sulit menyeimbangi antara pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Sehingga sudah memasukkan urusan personal dalam pekerjaan, dan begitu pula sebaliknya. Dan ini yang bahaya. Anda harus tahu sampai dimana batas anda untuk bekerja, sampai dimana anda bisa membawa urusan pekerjaan. Jika sudah di rumah, ya nikmati hatimu. Nikmati momenmu dengan keluarga dan anak-anak atau dengan orang tua.